Selamat Datang

Rabu, 4 April 2007

sempatkah menanti pagi?

Di ketenangan maya dihembus bayu
Kesunyian hanya berteman gelap mengalun mimpi…
Aku,
Di hamparan itu
Bertimpuh sendiri…
Apakah bumi yang ditamu dahi penuh dosa ini
Nantinya kan bersaksi suatu syafaat?
Telapak penuh noda diangkat
Mengharap arang hitam yang berparut pada hati
kan bercucian dengan rahmat Yang Maha Suci…
Air jernih itu terlalu kontang menyesali
Mana perginya kalbu yang lembut berkisah cinta manusia
Karat membatu dengan kotor najis maksiatnya
Apakah sabda Baginda Agung itu realiti menimpa diri,
Hati kan dititik hitam tatkala tiada sesal dengan noda sendiri..
Astaghfirullah…

Apakah sempat menanti pagi untuk kembali??!!

17 ulasan:

izinni berkata...

betul, ada masa takut untuk tidur kerana bimbang tidak akan bangun lagi melihat cahaya mentari pagi ...begitu beratnya dosa padaNya ... takut tidak sempat ...

INDERA KENCANA berkata...

Berteleku di hamparan menggamit kasih Rabbul Jalil. Menembus pandangan dalam hening kemuncak rindu. Harapan semoga dipertemukan dalam kebahagiaan abadi.

akirasuri berkata...

mahu senyum. kata-kata [atau puisi] yang terkesan dihati saya.

emmm dosa banyak. kadang-kadang nak tidoq pun takut tak jaga-jaga. aduh!

Masy berkata...

tumpang lalu~

IndahSakura berkata...

terasa begitu banyak dosa yg terpalit...betapa diri kadang jauh tersasar dr landasan sebenar..

Iman Mawaddah berkata...

Ermm..renung diri sendiri...yang mudah goyah dalam perjalanan mencari keredhaanNya

bunga rampai berkata...

Salam, puputan bayu senja sering mengundang ke sini, namun kilat dan guruh menahan kaki ini untuk melangkah :)

Sempat atau tidak sempat, kita perlu tidur kerana tidur itu juga satu ibadah.

Ruang antara sempat dengan tidak sempat isikan dengan masa-masa yang bermanfaat, juruskan hati kepada-Nya dan Baginda.

Wallahu'alam.

ukhti27 berkata...

salam `alaik,
alhamduliLlah,
ALLAH Ar-Rahman Ar-Rahim,
namun, azab seksaan NYA amat la pedih...

thus,
obey, submit, follow, worship
and fear ALLAH exclusively.
ALLAHumma ajirna minannar. amin...

p/s: pesanan untuk diri ana juga.

ALLAHu a`lam bisawab.

bang_gugar : berkata...

salam,
begitu lemah diri ini untuk menghindari dari titik2 hitam itu. sungguh banyak diri ini berdosa padaNYA.. Astaghfirullah..

Izariza berkata...

Munajat sendiri, menghitung perilaku diri .. kerdilnya aku di sisi keagungan-Nya. Mampukah diri ini terbaris di jannah nanti .. Maha Suci Allah..kepada Engkau jua aku kembalikan segalanya!

Ilham Purnama berkata...

sama-sama menambah baikan diri dengan amal kebajikan, moga ia bisa melupus dosa-dosa silam..

blackpurple berkata...

Sebab itu, satu nikmat paling besar bila membuka mata, kita rupanya masih bernyawa...

Sama-samalah mensyukuri nikmatnya. Belum ada yang terlambat... Sekaranglah saatnya.

khairyn berkata...

salam

manusia itu sifatnya khilaf.

Terima kasih kerana mangingatkan.

BaYu SenJa berkata...

izinni,
tapi ramai juga yang terlupa untuk bersyukur di kala sempat merasai mentari pagi...

indera,
begitulah hendaknya...

akira,
begitulah keadaan diri ini..

mash,
ahlan wasahlan..

BaYu SenJa berkata...

indera,
hamba... jangan dihitung amalan baik, tapi hitunglah berapa banyak sudah dosa kita lakukan

iman,
siapa kita untuk hisabkan orang lain.. sedang diri masuk berpakaian dosa...

bungarampai,
tidur yang ibadah ialah tidur merehatkan diri untuk menghimpun tenaga beribadah kembali...
jika tidur dalam dosa kemudian bangun lagi meneruskan noda, tiada erti ibadah... semoga Allah berikan kita tidur yang ibadah :)

BaYu SenJa berkata...

ukhti,
allahumma ajjirna minanar.. waajjir ikhwanana minannar.. waajjir dhuyufana minannar...

bang,
semoga kita dikuatkan untuk menolak titik hitam tersebut..

iza,
begitulah harapan yang menggunung.. semoga dapat nanti merasa teguk air dari telaga Nabi...

BaYu SenJa berkata...

ilham,
semoga....

blackpurple,
semoga kita menjadi hamba yang bersyukur dengan nikmat bangun dari tidur :)

kharyn,
ya, hamba itu sifatnya khilaf sebab yang maksum hanya para nabi dan rasul..
tetapi suatu yang perlu ingat, Manusia mampu menjadi agung lebih dari malaikat kalau kembali bertaubat dengan kekhilafan itu.. dan kembali meniti di lorong yang betul...


wallahu a'lam bissawab